Jumat, 23 Januari 2015

Celakalah yang Lalai dari Sholatnya

Penjelasan guru tentang para manusia yang levelnya sudah setara binatang : (al-A'raf 179) Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami dan mereka mempunyai mata tidak dipergunakannya untuk melihat, dan mereka mempunyai telinga tidak dipergunakannya untuk mendengar. Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.


وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَآ ۚ أُو۟لٰٓئِكَ كَالْأَنْعٰمِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُو۟لٰٓئِكَ هُمُ الْغٰفِلُونَ
 (الأعراف:١٧٩)


Menambahkan ayat Quran yg terkait hal ini:

ﺃَﺭَءَﻳْﺖَ ﻣَﻦِ ٱﺗَّﺨَﺬَ ﺇِﻟَٰﻬَﻪُۥ ﻫَﻮَﻯٰﻩُ ﺃَﻓَﺄَﻧﺖَ ﺗَﻜُﻮﻥُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﻛِﻴﻼً

Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?


ﺃَﻡْ ﺗَﺤْﺴَﺐُ ﺃَﻥَّ ﺃَﻛْﺜَﺮَﻫُﻢْ ﻳَﺴْﻤَﻌُﻮﻥَ ﺃَﻭْ ﻳَﻌْﻘِﻠُﻮﻥَ ۚ ﺇِﻥْ ﻫُﻢْ ﺇِﻻَّ ﻛَﭑﻷَْﻧْﻌَٰﻢِ ۖ ﺑَﻞْ ﻫُﻢْ ﺃَﺿَﻞُّ ﺳَﺒِﻴﻼً

atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya. (QS:Al-Furqan - 25:43-44)


ﺇِﻥَّ ﺷَﺮَّ ٱﻟﺪَّﻭَآﺏِّ ﻋِﻨﺪَ ٱﻟﻠَّﻪِ ٱﻟﺼُّﻢُّ ٱﻟْﺒُﻜْﻢُ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻻَ ﻳَﻌْﻘِﻠُﻮﻥَ

Sesungguhnya binatang yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apa pun. (QS: Al-Anfal - 8:22)


Jadi orang-orang yang lalai itu bukan yang ritual shalatnya tidak tepat jam adzan. Tapi seperti yang Al A'raf 179. Perintahnya adalah mendirikan shalat. Jadi kalau lalai dalam arti tidak mendirikan shalat adalah yang sesuai ayat itu

2 komentar:

  1. salam.. sedikit tambahan tetang sholat.. celakalah orang yang (mendirikan ) sholat karena lalai dari sholat yang dikerjakannya :

    tujuan dari sholat adalah memohon petunjuk kepada jalan yang lurus yaitu jalan orang yang diberikan nikmat wahyu al quran dan sunnah kenabian atau jalan kenabian.

    jadi bagi orang yang sholat maka perhatikanlah al fatiha yang majib dia baca dalam sholat, Allah maha menhabulakan sehingga Mendatangkan orangnya yang membakwan petunjuk dan menunjuki jalan yang lurus

    38. Orang yang beriman itu berkata: "Hai kaumku, ikutilah aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar.

    89. Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab, hikmat dan kenabian Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya.

    90. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah: "Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Quran)." Al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan untuk seluruh ummat.

    31. Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu[1390] dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.

    32. Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata."

    telah datang orang yang mebawakan petunjuk dan dia menyeruk kepada islam, maka bagi mereka yang sholat mengingkari apa yang Allah kabulkan atas apa yang mereka minta maka sholat mereka sholatnya orang mabuk, sholatnya orang lalai dari apa yang dimintakanya.. jika benar benar sholatnya khusuk maka ketika datang orang yang mebawakan keislaman untuk ..

    208. Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

    inilah menjadi alasan kenapa islam diawali bersyadat dan orang yang matinya tampa ada baiat makanya mati jahiliyah..

    BalasHapus