Senin, 12 Januari 2015

U L A M A

Di masyarakat kebanyakan salah kaprah memahami, menggambarkan dan mendefinisikan ULAMA.

• ULAMA bukan penceramah dan penceramah bukan ULAMA. Penceramah itu motivator. Jadi jangan disamakan dengan ULAMA

• ULAMA itu berasal dari kata 'ALIM yang artinya mengetahui, mengerti, pandai, berakal, berilmu dan menguasai sains & teknologi. ULAMA makna sebenarnya dalam bahasa Arab adalah ilmuwan atau peneliti
 

• ULAMA tidak identik dengan penampilan, jadi jangan terkecoh dengan penampilan, baik itu berupa pakaian maupun bentuk fisik. ULAMA tidak mengutamakan penampilan tapi ILMU. Di Al Qur'an pun tidak disebutkan ciri-ciri fisik / penampilan seorang ULAMA.

• ULAMA itu memiliki banyak ilmu dan tidak memisahkan agama dengan ilmu lainnya seperti ilmu fisika, kimia, biologi, astronomi, ekonomi, sosial, kesehatan, matematika dll karena itu satu kesatuan dalam memahami ayat-ayat ALLAH SWT yang terhampar di alam jagat raya.

• ULAMA di zaman keemasan ISLAM, mereka bukan hanya ahli dan paham tentang agama, tapi mereka memahami dan ahli di bidang teknologi, fisika, astronomi, sosial, ekonomi, kesehatan dan bidang sains lainnya

• ULAMA itu memberikan sumbangsih manfaat / kemashalatan kepada umat manusia, tidak hanya berupa buku atau kitab tapi juga berupa sains, teknologi dan ilmu-ilmu lainnya.

• ULAMA itu takut kepada ALLAH SWT, takut tidak menggunakan dan memaksimalkan akal yang diberikanNya untuk memahami dan mempelajari ayat-ayatNya. ULAMA tidak hanya Iqra ayat-ayatNya dalam bentuk teks tapi juga Iqra berfikir & mempelajari ayat-ayatNya yang terhampar pada alam semesta.


Q.S. Fatir: 28 :

(وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَلِكَ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاء إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ) (فاطر : 28 )


“dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

Maka yang dimaksud dengan ulama dalam ayat di atas ialah orang-orang yang mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah, yakni mereka yang memiliki pengetahuan tentang ayat-ayat Allah yang bersifat kauniyah (Sains atau alam semesta). Karena di dalam al-Qur’an itu sendiri terdapat banyak anjuran yang mengajak manusia untuk menghayati, mempelajari, meneliti, memahami alam semesta. [2] Alam semesta adalah ciptaan Allah yang karena keteraturan system dan kehebatan yang dimilikiNya mengandung hikmah yang luar biasa. Di balik kesempurnaan hukum alam semesta, terdapat bukti kekuasaan sang Pencipta. Maka dengan menyelidiki alam semesta, manusia akan semakin sadar akan kebesaran Tuhannya dan semakin besar keinginannya untuk selalu dekat dengan-Nya. [3] Maka membaca dan memahami ayat-ayat al-Qur’an itu, di samping ayat-ayat Qauliyah (teks al-Qur’an), Allah juga menciptakan alam semesta ini sebagai ayat-ayat Kauniyah (teks/tanda alam semesta) yang keduanya saling melengkapi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar