Rabu, 21 Januari 2015

Mendirikan atau Menjalankan Sholat ?

Shalat itu memiliki gerak yang sangat luar biasa apabila kita tahu makna nya secara dalam . Seperti mengapa di jam transisi kimia tubuh kita harus mengalirkan oksigen ke kepala lebih banyak . Ada semacam reaksi terhadap jam-jam transisi alam seperti Subuh atau pergantian pada waktu subuh ke pagi , Dzuhur atau Lohor pergantian transisi ke siang , Ashar pergantian transisi siang ke sore , Maghrib pergantian transisi sore ke malam , Isya adalah transisi antara remang-remang ke gelap atau malam , itu kalau otak diberi oksigen dengan cara ruku dan sujud , maka akan membuat akselerasi sel di otak akan menjadi lebih baik . Itu dari segi ritual dan fisik . Tapi jauh lebih mendalam dari segi spiritualnya .

Makanya tidak ada perintah "melaksanakan" shalat , yang ada adalah perintah "mendirikan" shalat . Jadi kita harus tahu setiap makna di dalam simbol ritual shalat secara mendalam . Shalat tahajud misalnya , kenapa Rasulullah SAW selalu melakukan shalat Tahajud , karena ketika dua per tiga malam itu dimana jam kimia otak bernama serotonin menumpuk banyak , sehingga apabila di aliri oksigen ke kepala maka akan membuat akselerasi sel otak menjadi jauh lebih baik dan kuat . Tapi yang jauh lebih penting adalah ketika kita mendirikannya dengan baik dan benar.

Memang yang namanya Shalat itu harus dipahami secara mendalam . Tepat waktu itu bukan soal jam , tapi soal fluktuasi tubuh dengan alam . Makanya Ritual Shalat itu bisa disatukan . Tapi Spiritual Shalat itulah yang harus diketahui secara benar . Kuncinya adalah mengenal tubuh dan alam secara benar , baru kita akan bisa mendirikan Shalat .


"Menjalankan" sholat adalah ritual sedangkan "Mendirikan" sholat adalah spritual dalam bentuk aplikasi dalam segala aktifitas.
Ritual sholat itu perlu sebagai pengingat tapi jangan lupakan spritual / makna dari sholat itu sendiri, ketika hanya menjalankan saja tanpa mendirikannya maka itulah kelalaian dalam sholat.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar