Jumat, 30 Januari 2015

Kesadaran Umat

@dickyzainal: 01. Umat harus segera disadarkan bahwa sedang di adu domba oleh sekelompok radikal mengatasnamakan agama untuk menguasai Indonesia.

@dickyzainal: 02. Kelompok ini memunculkan kebiasaan menghasut, menghujat, meng-kafir-kan, semua yg berseberangan dgn pendapat mereka, agar menjadi takut



@dickyzainal: 03. Rasa takut ditebarkan melalui alam bawah sadar berupa cap sesat, agar pendapat dan versi merekalah yg diterima secara membuta.



@dickyzainal: 04.Teror adalah penanaman rasa takut. Yg paling berbahaya itu bukanlah bom, tapi ideologi yg ditanam jadi akar & meracuni alam bawah sadar.

@dickyzainal: 05. Ketika teror dan rasa takut mulai ditanamkan di alam bawah sadar, ajaran itu akan menjadi "isme" tanpa disadari oleh penganutnya.

@dickyzainal: 06. Ajaran baik dan damai agama dipelintirkan sedemikian rupa agar membentuk pola "keras" dan "radikal" sehingga terjadi kekerasan.

@dickyzainal: 07. Sebetulnya teror atau ditakut-takuti itu sudah menjadi ajaran dasar Guru & Orang Tua pada anak. Berupa berbagai ancaman bila tdk nurut.

@dickyzainal: 08. Pentingnya kesadaran umat agar tidak diperalat oleh mereka yang mengatasnamakan agama.

@dickyzainal: 09.Sebetulnya umat bisa lebih kreatif ketika tidak dalam tekanan, beban doktrin hanya akan menghambat otak untuk mengembangkan daya kreasi.

@dickyzainal: 10. Membuat kitab suci hanya menjadi sekumpulan mantra adalah satu cara efektif untuk membuat umat menjadi mistis dan jauh dari berpikir.

@dickyzainal: 11. Dakwah adalah dedikasi, sedangkan ceramah sekarang menjadi profesi. Wajar isinya hanya doktrin, karena dengan action itu hal sulit bagi mereka

@dickyzainal: 12. Ajaran sabar dan memaklumi bagaikan hiasan saja, agresifitas dan penyerangan diutamakan, akibatnya umat jadi terpecah belah dan lemah.

@dickyzainal: 13. Hanya berdasarkan hasutan dari orang fasik, tanpa bertabayun langsung men-cap sesat. Itu adalah contoh buruk bagi umat dari kaum radikal

@dickyzainal: 14. Apakah kaum radikal itu sengaja dibentuk agar umat menjadi lemah karena berantem sendiri ? Kalau benar siapakah di belakang mereka ?

@dickyzainal: 15. Umat akan didoktrinkan berbeda pendapat dgn penceramah itu tabu. Itu dikondisikan agar umat menurut secara membuta dan tidak bertanya.

@dickyzainal: 16. Kita bertanggung jawab langsung pada Sang Maha Pencipta, jadi jangan takut pada kaum yg suka memaksakan pendapat. Mereka bukan Tuhan.

@dickyzainal: 17. Selama ratusan tahun kita dipaksa mengikuti pandangan mainstream yang belum tentu benar di hadapan Sang Maha Pencipta & Maha Mengetahui.

@dickyzainal: 18. Berbahayanya doktrin ketika mereka sudah berani melakukan "pembunuhan" pada yg berbeda pendapat. Ini bukan tuntunan Sang Maha Pencipta.

@dickyzainal: 19. Umat harus segera di-ingat-kan dan jangan takut untuk bersikap kritis.

@dickyzainal: 20. Harus segera diberitakan tentang konspirasi pemunduran umat yg sudah berjalan ratusan tahun ini. Sadarkan umat bahwa mereka dimundurkan

@dickyzainal: 21. Doa adalah Usaha, karena Nasib tidak bisa dirubah tanpa usaha. Bukan meminta terus diam sambil mengharapkan segera datang keajaiban.

@dickyzainal: 22. Doktrin kebencian pada lain keyakinan dan pendapat sudah ditanamkan sejak dini,membentuk generasi penuh rasa benci tapi penuh pembenaran


@dickyzainal: 23. Doktrin bahwa mem-bom orang yang berseberangan akan masuk surga adalah pembohongan, namun bisa diterima oleh yg kecerdasannya rendah.

@dickyzainal: 24. Sebaiknya prioritas utama adalah menurut dulu pada Sang Maha Pencipta, biarkan kekuasaan-Nya membimbing secara menyeluruh.


@dickyzainal: 25. Terpaku pada makna "tersurat" dari kitab suci tanpa meng-kaji makna "tersirat", adalah faktor utama penyebab kemunduran umat.

@dickyzainal: 26. Agama dimanfaatkan untuk kepentingan politik akan sangat murah dan berbahaya. Tinggal diberi janji SURGA kaum tak paham akan siap mati.








Selasa, 27 Januari 2015

Jin tidak bisa di Ruqyah

Ruqyah , Tamimah dan Tiwalah adalah syirik


Oleh : Dicky Zaenal Arifin


Bismilaahir rahmaanir rahiim
Assalamualaikum Wr. Wb.

Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita .
Saudara saudara ku seluruh umat muslimin dan muslimat , seiring dengan gencarnya promosi Ruqyah dimana mana , kita harus mengetahui secara penuh apa itu Ruqyah . Ibnu Mas’ud menuturkan : aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda :

“Sesungguhnya Ruqyah, Tamimah dan Tiwalah adalah syirik.”(HR. Ahmad dan Abu Dawud )

TAMIMAH adalah sesuatu yang dikalungkan di leher anak-anak untuk menangkal dan menolak penyakit ‘ain. Jika yang dikalungkan itu berasal dari ayat-ayat Al Qur’an, sebagian ulama salaf memberikan keringanan dalam hal ini ; dan sebagian yang lain tidak memperbolehkan dan melarangnya, diantaranya Ibnu Mas’ud

RUQYAH yaitu : yang disebut juga dengan istilah Ajimat. Ini tidak diperbolehkan karena menjurus kearah hal hal yang syirik, karena Rasulullah SAW telah mencontohkan mendoakan pada orang sakit tanpa menjampi jampi nya dan itu hanya sekedar mendoakan , sisanya ikhtiar .

A’isyah r.a berkata : Biasa Nabi SAW jika menjenguk orang sakit atau didatangi orang sakit mendo’akan :Hilangkan bahaya , ya Tuhannya manusia , sembuhkanlah , hanya engkau yang dapat menyembuhkan , tiada kesembuhan kecuali daripadamu , sembuh yang tidak dihinggapi penyakit ( Bukhari , Muslim )

TIWALAH adalah sesuatu yang dibuat dengan anggapan bahwa hal tersebut dapat menjadikan seorang istri mencintai suaminya, atau seorang suami mencintai istrinya.

Waki’ meriwayatkan bahwa Said bin zubair berkata :

“Barang siapa yang memotong tamimah dari seseorang maka tindakannya itu sama dengan memerdekakan seorang budak.”

Dan waki’ meriwayatkan pula bahwa Ibrahim (An Nakho’i) berkata : “mereka ( para sahabat ) membenci segala jenis tamimah, baik dari ayat ayat Al Qur’an maupun bukan dari ayat ayat Al Qur’an.”

Apabila kita bercermin pada hal tersebut , maka sudah jelas bahwa Rasulullah SAW melarang kita melakukan Ruqyah , Tamimah dan Tiwalah karena itu adalah perbuatan syirik . Pelaksanaan dari Ruqyah itu sendiri adalah dengan menjampi jampi seseorang yang sakit baik itu penyakit psikis maupun penyakit fisik . Jampi dan mantera mantera tersebut menggunakan ayat ayat Al qur’an atau menggunakan bahasa arab . Sebagaimana yang kita ketahui bahwa pada Zaman Jahilyah banyak sekali orang mempelajari sihir dan mempraktekkannya , caranya adalah dengan menggunakan berbagai macam bacaan bacaan atau jampi jampi yang disesuaikan dengan suku bangsa itu sendiri misalnya orang sunda akan menggunakan bahasa sunda kuno untuk mantera sihirnya , orang arab akan menggunakan bahasa arab ketika menjampi jampi kan sihirnya . Untuk mengubah pola semacam begitu , Rasulullah SAW tidak melakukannya secara frontal atau langsung , tetapi dengan cara yang halus dan perlahan lahan untuk menghindari perpecahan pada umat islam . Allah SWT ber Firman dalam QS. Al-Baqarah 102 :

[102] Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudarat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudarat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.


QS. Al-Falaq : 

[1] Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,

[2] dari kejahatan makhluk-Nya,

[3] dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

[4] dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,

[5] dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki".


Di dalam ayat tersebut dinyatakan bahwa pengerjaan sihir adalah menggunakan bacaan bacaan tertentu sebagai ritualnya , , dan di ayat selanjutnya sihir banyak pula dilakukan oleh kaum wanita dengan teknis yang sama yaitu menjampi dan menghembus pada buhul buhul . Biasanya sihir diikuti dengan berbagai macam syarat , agar manteranya ampuh . Kejahatan yang dilakukan oleh para tukang sihir sebagaimana dan dilakukan oleh syaitan syaitan , disebut syaitan karena sifat kejahatannya itu sendiri . Kita ketahui pula bahwa yang namanya syaitan itu adalah sifat , bisa Jin dan bisa pula Manusia. Allah SWT berfirman dalam QS. An Nas :

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

[1] Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.

[2] Raja manusia.

[3] Sembahan manusia.

[4] dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi,

[5] yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia.

[6] dari (golongan) jin dan manusia.


Kita pun bisa menjadi syaitan yang berwujud manusia apabila melakukan kejahatan kejahatan , malah sering terjadi mungkin kejahatan manusia jauh lebih jahat dari iblis. Apabila kita melihat dari ayat ayat tersebut diatas , adalah wajar Rasulullah SAW melarang kita melakukan Ruqyah karena , apa bedanya kita dengan tukang tukang sihir yang melakukan jampi jampi , hanya jampinya dirubah dengan menggunakan ayat ayat Al Qur’an atau dengan bahasa arab . Al Qur’an bukanlah kumpulan mantera mantera , tapi adalah petunjuk bagi kaum yang berpikir . Allah SWT berfirman dalam QS. Ya Sin 62 :

[62] Sesungguhnya setan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu. Maka apakah kamu tidak memikirkan?


Pola penyesatan syaitan amatlah sangat halus , terkadang sorga menjadi seperti neraka dan neraka seperti sorga , terlihatnya baik padahal belum tentu . Hal seperti inilah yang harus kita waspadai , karena syaitan itu bisa berkedok apa saja , bahkan bisa berkedok ulama. Kebanyakan masyarakat kita sangat mudah terpengaruh oleh penampilan , asalkan bahasa arab fasih , memakai gamis atau baju koko , pasang janggut tanpa kumis , kening hitam , langsung dipercaya , padahal belum tentu , karena hanya Allah SWT lah yang mengetahui persis bagaimana sebenarnya dibalik penampilan keren itu . Selaku umat islam yang mau berpikir , sebaiknya berhati hati , janganlah terpengaruh oleh penjampi penjampi berkedok agama . Apabila kita melihat dari sejarah , telah dibuktikan bahwa metoda Ruqyah itu sama sekali tidak efektif . Maka oleh sebab itu seorang Cendekiawan Muslim bernama Ibnu Sina , merancang kedokteran yang merupakan metoda amat sangat ilmiah , untuk mengobati orang sakit secara nyata dan dapat dipertanggungjawabkan . Tidak perlu seseorang itu disiksa dengan pukulan pukulan , lalu dibiarkan menggelepar gelepar , di jampi jampi , tanpa mengerti bahwa sebenarnya orang itu stress bukan kesurupan , bahkan pernah kejadian orang yang mengalami schizophrenia dikatakan mengalami bisikan gaib dari Jin , sehingga tambah stress . Ini berbahaya , karena metoda Ruqyah mengajarkan orang untuk tidak berpikir , dan mengajarkan pula lari kearah mistis . Mungkin karena menjampi itu lebih mudah daripada berpikir , dan lebih mudah pula daripada menganalisa secara objektif , dimunculkanlah Ruqyah ini . Mudah sekali , tinggal menghapal beberapa ayat untuk dijadikan Jampi atau Mantera , rubah penampilan , pasang tarif administrasi , jadilah pe – Ruqyah . Allah SWT berfirman dalam QS. Al Baqarah 164 :


[164] Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.


Allah SWT di ayat tersebut jelas sekali menyuruh kita untuk berpikir , dan terdapat puluhan ayat lagi yang menyuruh kita berpikir , tidak ada satupun ayat di Al Qur’an menyuruh kita untuk menjampi jampi . Maka oleh sebab itu , marilah , sebagai umat muslim sejati , sebaiknya pandai memilah milih , mana yang haq , dan mana yang bathil , karena perbedaannya sangat tipis sekali . Sejarah menggambarkan Zaman Keemasan Islam yang sangat luar biasa , sebagaimana terbukti , ilmu pengetahuan banyak sekali dimunculkan dari Dunia Islam , contohnya Al Jabar atau ilmu hitung , Kimia atau chemistry , bahkan kedokteran yang dikembangkan oleh Ibnu Sina , tiga contoh itu membuktikan bahwa seharusnya umat Islam harus lebih pandai berpikir dan menganalisa , bukannya Japa Mantera yang dirubah pakai bahasa Arab . Melihat perkembangan sekarang , adalah wajar umat Islam semakin mundur , karena dengan semakin berkembangnya Ruqyah , masyarakat Islam akan semakin jauh dari berpikir , bahkan sering sekali Ruqyah dijadikan pembenaran untuk kesalahan yang dilakukan , contohnya :

1. Ada seorang suami yang melakukan penyelewengan , tapi sudah bosan dengan simpanannya , dan kebetulan anak istrinya sudah membongkar penyelewengannya itu , untuk menghindari perceraian dengan istri tuanya sang suami bilang saja dia melakukan itu tanpa disadari atau seperti tidak bisa mengontrol diri , otomatis kecurigaan akan mengarah kepada sihir dalam bentuk guna guna pengasihan, dibawalah sang suami pada seorang pe Ruqyah , ketika di Ruqyah sang suami pura pura ngamuk seolah olah di tubuhnya ada Jin , toh pe Ruqyah tidak bisa membedakan , setelah pura pura sembuh karena tadinya tidak apa apa juga , akhirnya selamatlah perkawinannya karena sang istri memaklumi bahwa suaminya kena pellet , juga anak anaknya memaklumi , dan sang simpanan bisa di depak jauh jauh .

2. Ada seorang anak muda karena cintanya ditolak akhirnya dia jadi stress , dan menderita schizophrenia . Penderita gangguan kejiwaan ini akan merasa seperti ada yang membisiki , dan datanglah pada seorang yang katanya pe Ruqyah . Mendengar keluhan tersebut sang pe Ruqyah karena tidak bisa membedakan penyakit dari Jin atau gangguan kejiwaan , langsung muncul vonis bahwa itu diganggu Jin , maka di Ruqyahlah anak muda itu . Berhubung orang yang mengalami gangguan jiwa seperti ini mudah sekali tersugesti , menggelepar geleparlah dia sampai lama , dan terdiam setelah kelelahan . Karena sugesti tersebut , anak muda itu merasa ringan untuk sementara . Tapi keesokan harinya , begitu lagi dan begitu lagi , akhirnya dibawalah ke RS Jiwa , di terapi selama dua bulan , Alhamdulillah atas Izin Allah SWT anak muda tersebut sembuh .

3. Ada seorang penderita psikosomatis yang selalu merasa tidak enak badan akibat stress , selalu mengeluh ini dan itu , setelah di check laboratorium semuanya normal , karena memang normal , rasa sakit itu muncul dari stress itu sendiri , jadinya segala kerasa . Dia jadi curiga itu karena guna guna karena dia tidak suka ketika dokter bilang bahwa sakitnya itu karena psikis atau stress , itu menunjukan bahwa dia lemah dan itu tidak disukainya . Ketika datang pada pe Ruqyah langsung di vonis terkena sihir berupa guna guna katanya , nah inilah jawaban yang dikehendakinya .Akhirnya di Ruqyah lah dia , tapi setelah puluhan kali di jampi jampi pakai bahasa arab tak kunjung sembuh , karena memang tidak ada guna guna , tapi sang pe Ruqyah bilang Jin nya sangat kuat sekali dan dia kesulitan mengeluarkannya , dan itu memang jawaban paling aman untuk menutupi ketidakmampuan . Kembalilah dia pada seorang psikiater , setelah diberi obat , seminggu kemudian badannya membaik , atas Izin Allah SWT .

Inilah tiga contoh dimana sebetulnya Ruqyah itu sama sekali tidak efektif , hanya memainkan sugesti dan sugesti , juga membuat kita semakin jauh dari berpikir . Janganlah kita menilai sesuatu berdasarkan angan angan , sebagaimana Firman Allah dalam QS. An Nisa 120 – 123 :

[120] Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.

[121] Mereka itu tempatnya Jahanam dan mereka tidak memperoleh tempat lari daripadanya.

[122] Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan saleh, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah telah membuat suatu janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?

[123] (Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barang siapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah.


Ayat di atas menjelaskan bahwa kita harus selalu berpikir objektif dan tidak berangan angan kosong . Apapun yang datang dari Allah SWT , harus kita kaji secara mendalam agar kita menjadi umat Islam yang cerdas , kuat secara iman , dan berpikiran maju .


Jin Tidak Bisa Di Ruqyah

Di dalam Al Qur’an Al jin ayat 1 dan 2, Allah SWT berfirman :

[1] katakanlah (hai Muhammad) “telah diwahyukan kepadaku bahwasanya: sekumpulan jin telah mendengarkan (Al Qur’an) lalu mereka berkata: “sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur’an yang menakjubkan,

[2] (yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman, kepadanya dan kami sekali = kali tidak akan menpersekutukan seorang pun denganTuhan kami,

apabila kita melihat ayat diatas, seharusnya kita mengerti bahwa jin mendengarkan ayat - ayat Al Qur’an dan mereka mengaguminnya lalu sebagian dari mereka beriman. Adalah hal yang sangat aneh apabila jin dibacakan ayat Al Qur’an malah jadi kepanasan, sedangkan ayat diatas menyatakan bahwa ketika jin mendengarkan ayat –ayat Al Qur’an tidak ada pengaruh ajaib seperti kepanasan atau mengelepar – gelepar, dan kita tahu pula Rasulullah SAW langsung membacakannya. Rasulullah SAW sendiri ketika membacakan Al Qur’an tidak membuat jin kepanasan, malahan banyak yang tadinya kafir takjud menjadi jin yang beriman kepada Allah SWT. Jadi sebetulnya aneh sekali kalau pe-Ruqyah dapat membuat jin kepanasan dengan ayat – ayat Al Qur’an, Rasulullah SAW tidak begitu.


Bagi yang mampu berpikir , berpikirlah 

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Semoga bermanfaat .

Jumat, 23 Januari 2015

Celakalah yang Lalai dari Sholatnya

Penjelasan guru tentang para manusia yang levelnya sudah setara binatang : (al-A'raf 179) Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami dan mereka mempunyai mata tidak dipergunakannya untuk melihat, dan mereka mempunyai telinga tidak dipergunakannya untuk mendengar. Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.


وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَآ ۚ أُو۟لٰٓئِكَ كَالْأَنْعٰمِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُو۟لٰٓئِكَ هُمُ الْغٰفِلُونَ
 (الأعراف:١٧٩)


Menambahkan ayat Quran yg terkait hal ini:

ﺃَﺭَءَﻳْﺖَ ﻣَﻦِ ٱﺗَّﺨَﺬَ ﺇِﻟَٰﻬَﻪُۥ ﻫَﻮَﻯٰﻩُ ﺃَﻓَﺄَﻧﺖَ ﺗَﻜُﻮﻥُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﻛِﻴﻼً

Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?


ﺃَﻡْ ﺗَﺤْﺴَﺐُ ﺃَﻥَّ ﺃَﻛْﺜَﺮَﻫُﻢْ ﻳَﺴْﻤَﻌُﻮﻥَ ﺃَﻭْ ﻳَﻌْﻘِﻠُﻮﻥَ ۚ ﺇِﻥْ ﻫُﻢْ ﺇِﻻَّ ﻛَﭑﻷَْﻧْﻌَٰﻢِ ۖ ﺑَﻞْ ﻫُﻢْ ﺃَﺿَﻞُّ ﺳَﺒِﻴﻼً

atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya. (QS:Al-Furqan - 25:43-44)


ﺇِﻥَّ ﺷَﺮَّ ٱﻟﺪَّﻭَآﺏِّ ﻋِﻨﺪَ ٱﻟﻠَّﻪِ ٱﻟﺼُّﻢُّ ٱﻟْﺒُﻜْﻢُ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻻَ ﻳَﻌْﻘِﻠُﻮﻥَ

Sesungguhnya binatang yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apa pun. (QS: Al-Anfal - 8:22)


Jadi orang-orang yang lalai itu bukan yang ritual shalatnya tidak tepat jam adzan. Tapi seperti yang Al A'raf 179. Perintahnya adalah mendirikan shalat. Jadi kalau lalai dalam arti tidak mendirikan shalat adalah yang sesuai ayat itu

Cinta atau Ego ?

Cinta atau Ego ?

Kita suka sama dia. Karena ada ketertarikan antara kita dengan orang itu. Segala macam urusan pada bermunculan. Memusingkan kita...coba hayoo.. Belum misalnya kita harus cari perhatian dia. Belum kita harus menyenangkan dia biar kita itu balik disenangkan oleh dia. Dari pokok itu banyak sekali unsur-unsur nafsu. Dari pokok itu banyak sekali unsur-unsur untung dan rugi.

Dan ketika jadian itu masalah baru. Coba hayoo...senengnya sedikit, masalahnya banyak. Coba...sampai kalau masalahnya memuncak putus kan, iya ! Itu namanya bukan cinta tapi itu namanya suka. Jadi jangan samakan antara cinta dengan suka. Jangan samakan....jaangaan..!!
Jangan sembunyikan dibalik kata cinta. Karna sebetulnya anda, tapi anda mencintai diri anda.
Kita mendekati dia, Pendekataan ! Apa yang kita harapkan dari si dia, " Kesenangan ", iya kan..! Begitu dia pacaran lagi dengan orang lain, muncullah cemburu...!

Cemburu bukan tanda cinta, cemburu tanda ego.
Jangan sembunyikan dibalik kata cinta, karna anda lebih mencintai diri anda sendiri.

Ketika anda pacaran itu penuh dengan pementingan diri sendiri loh...! Berdamai kita menyenangi pacar. Padahal itu pacar seneng kita ikut seneng kan, iya...! Tapi kita tidak sadar. Nah sekarang kita sadarilah, bahwa ternyata pacaran kita itu penuh dengan berbagai macam egoisme, penuh dengan berbagai macam pementingan diri sendiri, penuh berbagai macam ekspansi pada orang lain. Dan itu kita ngatur pada pacar kita. " Kamu jangan gitu doong, kamu jangan gini dong, kayanya kamu tidak pantas deh pake pakaian itu, pantasnya kamu pake yang ini...ini...ini...! ". Selera siapa sih? selera kita yang ngatur mah itu. kita seneng dia pake ini. Wah, itu mah disembunyikan dibalik kata " Inikan buat kamu juuga " gituh, padahal mah lain.

Sadari dari sekarang, sadari. Jangan sampai kita terjerumus. Jangan sampai kita terkecoh oleh nafsu;nafsu kita. Jangan sampe kita terkecoh oleh setan yang ada dalam diri kita.
Jadi pementingan itu ketika pacaran itu, waduh....tinggi sekali. Sok, gak nelpon sehari aja ngambeuk geura ; " Kamu kemana aja dalam sehari ini, kok gak nelpon." ;; "Ehhh, pulsanya habis.";;; " Kenapa gak nelpon? ";;;;" Ehhh,,,pan nelepona oge teu bisa ";;;" Beli dong " ;;;; " Teu boga duit " ;;; " Kenapa gak bilang ! " ;;; " Ehhh,,,pan nelepona oge teu bisa ! " ;;;; " Kreatif dong,,, pinjem ke temen kek,,,pinjem duit dulu ke temen kek,,," ;;; " Malu,," ;;; " Ehhh, kamu teh lebih mementingkan temen kamu daripada saya,,,,! Siapa sih pacar kamu daripada saya,,,! Kamu ko lebih mementingkan organisasi daripada saya, pacar kamu sendiri,,," Nahhhhhh, muncul deh egonya.

Waktu kita kehilangan pacar kita apa yang muncul?....(..STRESS..).

Stress muncul dari permainan pikiran. Karena kita iba diri. Karena kita kasian pada diri kita sendiri, bukan kasian sama pacar,,,Bukan...! Sok pikirkeun geura.
Kita itu kasian pada diri kita. Karena kita ditinggalkan, kita dikhianati, kita itu dianggap sepele, kita itu ditipu sama pacar kita.

Orientasinya pada diri kita sendiri ko, bukan sama pacar kita. Akhirnya kita marah, akhirnya kita mau balas dendam, " Awas siah, dikawinkeun jeng batu ku aing mah ", disumpah tah. Untung di urang mah aya ilmu Anti Sumpatah. Tapi bukan berarti bebes berkhianat.

Jadi sekali lagi, Betulkah kita mencintai pasangan kita. Karna yang namanya "bogoh" itu saraf egoisme.

Kalau kita betul;betul mencintai pasangan kita, sudah siapkah kalau misalkan pasangan kita melakukan sesuatu kita bisa memaklumi. Sudah siapkah kita mendidik pasangan kita agar betul;betul di jalan Allah,,,

Terutama untuk kita yang laki laki.

Berat,,,,Berat,,,! Karena kita yang jadi pemimpin. Karena kita yang jadi imam.
Mampukah kita jadi imam di rumah tangga kita sendiri,, itu masalah....! Karena rata-rata kita tidak jadi imam tapi jadi Bos.

Apa bedanya antara imam dengan Bos :
1. Kalo Bos egois, Imam tidak
2. Kalo Bos mah harus selalu menurut orang itu apa kehendaknya, Imam mah tidak

[kdza]

Mengaplikasikan ALHAMDULILLAH

Makna Alhamdulillah

 
Segala Puji hanya bagi ALLAH SWT
 
Mengapa….?
Mengapa kalimat ini diucapkan ketika mendapat kesenangan ?
Mengapa kalimat ini diucapkan ketika mendapat kemudahan ?
Mengapa kalimat ini diucapkan ketika mendapat uang ? status ? bantuan ?
Mengapa tidak diucapkan ketika Allah SWT memperkuat diri kita dengan musibah ?
Mengapa tidak diucapkan ketika Allah SWT memperkuat diri kita dengan kesedihan ?
Mengapa tidak diucapkan ketika Allah SWT memperkuat diri kita dengan ketidakberdayaan ?
Kemunduran ? Kejatuhan ? Kehancuran ? Kemelaratan ? Kesakitan ? Kehilangan ? Fitnah ?
Segala puji hanya bagi Allah SWT

Mengapa…?
Mengapa kita selalu haus pujian ?
Mengapa kita selalu merasa berhak untuk dipuji ?
Mengapa kita selalu berlomba dan bersusah payah untuk dipuji ?
Mengapa kita berusaha mengubah diri untuk dipuji ?
Mengapa kita mengkondisikan anak agar selalu dipuji dan terpuji ?
Mengapa segala yang melekat dengan diri kita harus selalu dipuji ?

Segala puji hanya bagi Allah SWT

DIA – lah yang memiliki segala pujian
DIA – lah yang Maha Sempurna dan Maha Tinggi dengan segala pujiannya
Hanya DIA – lah yang berhak dipuji dan pemilik segala pujian

Apakah pantas manusia mendapatkan pujian dari sesama manusia ?


[kdza]

Rabu, 21 Januari 2015

Stop Curhat !

Please stop bro, jangan teruskan ceritanya. Maaf saya tidak mau mendengarnya!“, saya berkata dengan nada sedikit membentak pada seorang teman yang sedang ngobrol dengan saya. “Kenapa bro?“, tanya teman saya itu dengan mimik sedikit kaget. “Kan gua cuman cerita pengalaman gua ama itu orang doang kok!“, lanjut teman saya kembali. Saya tersenyum dan berkata, “Sorry bro, bukan gua gak ngehargai lu tapi gua kagak mau memory otak gua penuh dengan cerita buruk tentang orang lain. Dan lu kan tahu memory yang tersimpan di otak kita pasti suatu hari bakalan dipakai ama otak kita buat nganalisa dan menyimpulkan sesuatu kan?. Nah, gua kagak mau otak gua yang semata wayang ini isinya cuman cerita tentang keburukan-keburukan orang lain“. Teman saya itu terlihat agak sedikit shock lah mendengar saya berkata panjang lebar dengan nada serius.
Sumpah, gua kagak ngerti deh. Lu jelasin deh!“, pinta teman saya dengan wajah merasa sangat bersalah. Dalam hati saya tersenyum dan berkata, “yessss berhasil akhirnya topik pembicaraan teralihkan!“. Seringkali dalam sebuah pembicaraan baik berhadapan langsung, via telpon maupun via chatting, saya menolak, mengalihkan atau menghentikan pembicaraan ketika topiknya menjurus ke arah obrolan tentang keburukan orang lain dalam konteks yang serius. Saya melakukan itu bukanya tanpa alasan, tetapi karena saya ahirnya menyadari bahwa hal tersebut akibatnya sangat buruk bagi diri saya yang mendengarnya.
Dalam percakapan sehari-hari antara dua orang yang sudah berteman cukup lama, jika mau di survey lah maka saya yakin sekali bahwa topik tentang membicarakan keburukan, aib, kekurangan, kesalahan atau kejelekan orang lain akan menempati urutan tiga besar ke atas. Dan sebaliknya saya juga yakin seyakin-yakinnya bahwa topik pembicaraan tentang kebaikan, keteladanan, kebijaksanaan orang lain akan berada di urutan dua puluh besar ke bawah. Sedemikian parahnya perilaku manusia sekarang?. Jika anda tidak mempercayainya coba lakukan survey terhadap diri anda sendiri dan orang-orang terdekat disekitar anda. Amati topik pembicaraan mereka atau anda jika bersama dengan orang-orang terdekat atau teman-temannya lah, maka saya yakin anda akan sepakat dengan saya.
Nah pertanyaannya, mengapa kita suka sekali mendengar atau menceritakan keburukan, aib, kekurangan, kesalahan atau kejelekan orang lain?. Ini adalah pertanyaan yang dulu saya ajukan ke diri saya sendiri, dalam usaha saya untuk menemukan jawaban. Setelah saya amati, ternyata ada semacam rasa senang atau rasa kepuasan tertentu yang yang muncul di dalam diri kita, ketika mendengar hal-hal yang menurunkan kredibilitas orang lain di mata kita.
Pertanyaan selanjutnya, mengapa rasa senang atau rasa kepuasan tertentu ini muncul?. Cukup pelik saya memikirkan jawabannya, tetapi saya akhirnya menyadari bahwa ini ternyata berhubungan dengan ‘ego’ saya. Ego sebagaimana yang saya sampaikan di tulisan sebelumnya saya defenisikan sebagai hal-hal atau segala sesuatu yang mengarah kepada kepentingan, keuntungan atau kesenangan diri kita sendiri semata saja. Jadi ternyata rasa senang atau rasa kepuasan itu akan muncul, jika saya menemukan ada sesuatu yang membuat orang lain terlihat menjadi semakin buruk atau berkurang kebaikannya di mata saya.
Ekspresi dari rasa senang atau kepuasan ini belum bisa saya uraikan secara gamblang, tetapi jika kita amati dengan teliti maka kita akan menemukannya. Yang pasti ekspresinya ini menghasilkan semacam rasa ketagihan dalam diri kita. ‘Sakau’ kali yah bahasa tepatnya menggunakan istilah jaman sekarang. Amati saja orang-orang disekitar anda yang suka sekali membicarakan keburukan orang lain. Sehari saja dia gak ngomongin kejelekan orang maka tampangnya menjadi menyedihkan lah. Dan ini serius, saya menemukan banyak sekali contoh dalam perjalanan hidup saya selama ini.
Nah, pertanyaan saya berikutnya kepada diri saya adalah, mengapa rasa senang atau kepuasan tersebut membuat saya nyaman dan membuat saya selalu ingin mengulang dan mengulangnya lagi?. Mencari jawabannya cukup membuat ego saya terbanting-banting. Karena ternyata saya merasa nyaman ketika melihat kredibilitas orang lain di mata saya menjadi buruk atau lebih buruk adalah, karena saya tidak bisa ‘sebaik’ mereka. Saya merasa tidak pernah mampu menjadi sebaik atau lebih baik dari orang tersebut, maka saya akan merasa sangat nyaman ketika akhirnya orang tersebut memiliki cacat, keburukan, aib atau kejelekan yang saya anggap dapat menurunkan kredibilitasnya di dalam diri saya.
Pertama kali saya menyadari ini, yang pasti saya terkejut sendiri. Dalam hati saya berkata, “Berarti selama ini, ketika saya sangat suka mendengar dan mebicarakan keburukan orang lain sebenarnya adalah karena saya sakit jiwa. Hanya orang yang sakit jiwanya saja, yang menyukai dan mengharap keburukan atau aib orang lain agar dirinya merasa nyaman!“.
Selanjutnya dari pemahaman tersebut saya mencoba memikirkan dampak-dampak yang ditimbulkan oleh cerita-cerita tentang keburukan orang lain ini bagi diri saya. Cerita buruk yang saya terima pastinya akan diperlakukan sebagai informasi oleh memori di otak saya. Terlepas benar atau salah, informasi itu tetap disimpan di memori otak saya. Informasi ini suatu saat akan di pakai otak saya sebagai salah satu referensi untuk merespons sesuatu bagi diri saya.
Saya membayangkan bagaimana persepsi saya akan seseorang bisa berubah drastis jika informasi buruk ini terus-menerus dimasukkan ke memori otak saya. Mending jika informasi tersebut benar, jika salah maka saya sudah melakukan fitnah secara tidak langsung dengan berprasangka buruk pada orang lain. Yang teringat oleh saya saat membayangkan itu, adalah cerita para Nabi saat mereka awal-awal menyebarkan ajarannya. Cerita tentang keburukan para Nabi menyebar dan disebarkan oleh ribuan orang, mayoritas orang mempercayai cerita buruk tersebut bahkan semua yang belum pernah bertemu dengan Nabi pun membenarkannya. Apa yang terjadi ketika mereka bertemu langsung dengan Nabi? Anda semua sudah tahu ceritanya lah. Nah, saya tidak mau terjebak menjadi konyol seperti itu. Karena dampak cerita keburukan orang lain akan menyelewengkan persepsi saya nantinya.
Nah banyak lagi penelusuran dan pemikiran yang saya lakukan, hingga akhirnya membuat saya semakin yakin untuk memutuskan menghindari pembicaraan tentang keburukan-keburukan orang lain. Dampaknya terlalu hebat merusak otak dan akal saya yang merupakan satu-satunya benda berharga di dalam diri saya. Hina sekali rasanya jika saya harus mengorbankan otak dan akal saya, hanya untuk sekedar kenikmatan atau perasaan nyaman yang saya peroleh dengan membicarakan keburukan orang lain.
Teman saya hanya melongo mendengar ceramah saya siang itu hehehehe. Wajah bingung tampak diwajahnya, tetapi saya tahu persis tidak satu pun fakta dari cerita saya yang bisa dibantahnya. Semoga bermanfaat dan semoga bisa menjadi bahan pemikiran anda dalam menjalani kehidupan ini.
by KG

Ternyata Marah, Benci, Sedih itu enak yaa...

Di dalam Al Qur’an surat Al Baqarah 112 dinyatakan bahwa orang beriman itu dia tidak khawatir dan tidak pula sedih hati . Mengapa ? karena orang beriman tidak dipermainkan oleh pikirannya sendiri . Marah , Benci , Sedih itu ternyata diajarkan , dan kita diajarkan semua itu disesuaikan dengan budaya setempat , misalnya : kita diajarkan kalau diludahi orang lain apalagi kena muka adalah penghinaan yang luar biasa dan kita harus marah , tapi di salah satu suku pedalaman Afrika diajarkan bahwa kalau diludahi itu pertanda cinta dan kasih sayang , karena ludah itu adalah bagian dari dirinya yang diberikan pada kita .

Jadi jelas disini bahwa yang namanya marah , benci , sedih , dendam dan semua jenisnya itu adalah ajaran dan permainan pikiran . Tidak ada bedanya dengan semua kesenangan atau sesuatu yang enak enak kita rasakan , semua perasaan itu pasti membawa kenangan dan biasanya di ingat ingat lalu di ulang ulang.

Sesuatu yang membuat kita enak pasti akan berusaha kita ulang ulang , contohnya kalau kita suka makanan yang enak pasti kita akan berusaha mencari tempat makan enak dimanapun itu berada , dan otak kita akan mengingat enaknya makan disana , dan cenderung ingin mengulang .

Begitupun marah , sedih , benci, dendam, kita akan selalu mengingat ingat setiap persoalan yang membuat kita merasakan empat rasa itu , karena ada rasa enak yang tidak mau kita sadari , bahkan selalu berusaha kita sangkal, biar tidak terlihat jelek. Kita akan melupakan kulit durian karena tidak enak dan akan mengingat isi duriannya karena enak. Kembalilah pada AGAMA (Aturan GAwe MAnusia ) .

[KDZA]

Ternyata "MARAH" itu enak, kenapa ? simak video diatas

Ternyata "BENCI" juga enak, kenapa ya ? simak video diatas

"SEDIH" pun ternyata disenangi dan disukai, kenapa ? simak video diatas

Mendirikan atau Menjalankan Sholat ?

Shalat itu memiliki gerak yang sangat luar biasa apabila kita tahu makna nya secara dalam . Seperti mengapa di jam transisi kimia tubuh kita harus mengalirkan oksigen ke kepala lebih banyak . Ada semacam reaksi terhadap jam-jam transisi alam seperti Subuh atau pergantian pada waktu subuh ke pagi , Dzuhur atau Lohor pergantian transisi ke siang , Ashar pergantian transisi siang ke sore , Maghrib pergantian transisi sore ke malam , Isya adalah transisi antara remang-remang ke gelap atau malam , itu kalau otak diberi oksigen dengan cara ruku dan sujud , maka akan membuat akselerasi sel di otak akan menjadi lebih baik . Itu dari segi ritual dan fisik . Tapi jauh lebih mendalam dari segi spiritualnya .

Makanya tidak ada perintah "melaksanakan" shalat , yang ada adalah perintah "mendirikan" shalat . Jadi kita harus tahu setiap makna di dalam simbol ritual shalat secara mendalam . Shalat tahajud misalnya , kenapa Rasulullah SAW selalu melakukan shalat Tahajud , karena ketika dua per tiga malam itu dimana jam kimia otak bernama serotonin menumpuk banyak , sehingga apabila di aliri oksigen ke kepala maka akan membuat akselerasi sel otak menjadi jauh lebih baik dan kuat . Tapi yang jauh lebih penting adalah ketika kita mendirikannya dengan baik dan benar.

Memang yang namanya Shalat itu harus dipahami secara mendalam . Tepat waktu itu bukan soal jam , tapi soal fluktuasi tubuh dengan alam . Makanya Ritual Shalat itu bisa disatukan . Tapi Spiritual Shalat itulah yang harus diketahui secara benar . Kuncinya adalah mengenal tubuh dan alam secara benar , baru kita akan bisa mendirikan Shalat .


"Menjalankan" sholat adalah ritual sedangkan "Mendirikan" sholat adalah spritual dalam bentuk aplikasi dalam segala aktifitas.
Ritual sholat itu perlu sebagai pengingat tapi jangan lupakan spritual / makna dari sholat itu sendiri, ketika hanya menjalankan saja tanpa mendirikannya maka itulah kelalaian dalam sholat.



Senin, 19 Januari 2015

AMYGDALA = QOLBU

Dalam hadis Rasulullah Saw: Dari Nu'man bin Basyir berkata: saya mendengar Rasulullah Saw. Bersabda:

ألا وإن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله وإذا فسدت فسد الجسد كله ألا وهي القلب

Artinya: " Ketahuilah,sesungguhnya dalam jasad terdapat "segumpal daging", apabila dia baik maka jasad tersebut akan menjadi baik, dan sebaliknya apabila dia buruk maka jasad tersebut akan menjadi buruk, Ketahuilah segumpal daging tersebut adalah "Qolbu" yaitu hati ". (Hadits Riwayat Bukhori)

Jika kita pahami secara mendalam hadits tersebut, maka "segumpal daging" tersebut sangat berperan dalam kehidupan jiwa manusia, karena "segumpal daging" yang bersih akan melahirkan jiwa yang bersih dan selalu taat serta tunduk terhadap titah dari Sang Ilahi Rabbi. Sebaliknya jiwa yang kotor disebabkan karena jiwa tersebut memiliki "segumpal daging" yang tidak baik dan selalu melanggar aturan yang telah digariskan oleh Allah SWT


Amigdala berasal dari bahasa latin amygdalae (bahasa Yunani αμυγδαλή, amygdalē, almond, 'amandel') adalah sekelompok saraf yang berbentuk kacang almond. Amigdala dipercayai merupakan bagian otak yang berperan dalam melakukan pengolahan dan ingatan terhadap reaksi emosi. Jika kita tidak mampu mengendalikan sekerat daging yang sebesar biji almond ini bisa merusak seluruh tubuh yaitu amigdala.
Saat mata melihat makanan maka akan muncul perasaan ingin memakannya tapi saat kita melihat semut kita diam saja. Nah dari peristiwa itu signal yang ditangkap oleh mata akan tersalurkan ke dua tempat yaitu amigdala dan bagian otak prosedural. Amigdala akan mengeluarkan reaksi emosi terhadap data yang didapatnya.

Apabila amigdala ini telah diisi dengan memory emosional terhadap suatu kejadian atau benda maka dia akan mengeluarkan reaksi tapi jika tidak dia tidak akan mengeluarkan reaksi. Pusat pengolahan data di otak akan mengisi data baru atau membiarkan data tersebut yang akan berpengaruh pada amigdala. Seorang anak kecil berusia 2 tahun telah memiliki amigdala secara sempurna sehingga reaksi emosional anak usia 2 tahun sama dengan orang dewasa.

Kendalikanlah amigdala kita penuh dengan kesadaran dan kewajaran. Emosi adalah gejolak yang ada pada organisme yang disertai oleh respon terhadap suatu rangsang, di dalamnya , mengandung suatu kebutuhan dasar . Jika kebutuhan itu terpenuhi individu merasa gembira, bahagia, dicintai. Akan tetapi jika tidak terpenuhi individu akan merasa marah, takut khawatir, cemburu, cemas dan sedih. Emosi adalah pengalaman bathin yang timbul untuk melengkapi arti pengalaman itu bagi seseorang disertai oleh kegiatan fisik lainnya, sehingga mempengaruhi seluruh pribadinya. Perkembangan emosi dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman baik bersifat memupuk atau menghambat.emosi menyertai apa saja yang individu kerjakan, pikiran dan pelajari. Adakalanya emosi melanda seseorang dengan hebat, sehingga membingungkannya sementara individu lainnya tidak menyadari keberadaannya.

Dalam otak manusia, tedapat struktur yang mengelilingi pangkal otak, yang dikenal sebagai sistem limbik. Di dalamnya terdapat yang namanya amigdala, yang sering disebut sebagai bank memori emosi otak, tempat menyimpan semua kenangan baik tentang kejayaan dan kegagalan, harapan dan ketakutan, kejengkelan dan frustrasi. Amigdala menggunakan memori-memori yang tersimpan ini dalam perannya sebagai semacam sentinel, yang bertugas memantau semua informasi berupa segala sesuatu yang kita lihat dan kita dengar dari waktu ke waktu, dan mengukur besar ancaman atau peluang melalui pencocokan apa pun yang terjadi sekarang dengan arsip-arsip pengalaman masa lampau yang terhimpun dalam otak.

Emosi sangat penting bagi rasionalitas. Dalam liku-liku perasaan dengan pikiran, kemampuan emosional membimbing keputusan individu dari saat ke saat saling membahu dengan pikiran rasional mendayagunakan, atau tidak mendayagunakan pikiran itu sendiri (Goleman, 1995). Stress bisa menjadi sesuatu yang positif karena membuat individu selalu berjaga-jaga menghindari bahaya. Reaksi tubuh terhadap stressor, bahaya atau tantangan dimulai dengan reaksi awal di hipotalamus yang memulai reaksi rantai melalui serabut saraf dan reaksi biokimiawi, selanjutnya melalui syaraf otonom simpatik menimbulkan pelbagai perubahan di seluruh tubuh. Individu menjadi waspada penuh, dan tersedia energi untuk menghadapi tantangan, baik untuk menghadapi ancaman bahaya laut, berlomba, atau hanya sekedar mengejar jadual waktu.

Ketika stres terjadi, amigdala mengirim pesan pada kelenjar endokrin untuk mengeluarkan sejumlah bahan kimia yang dimulai dengan pelepasan CRF (corticotrophin-releasing factor) dan diakhiri dengan membanjirnya hormon-hormon stres terutama kartisol. Ketika hormon-hormon tersebut diproduksi, tubuh bereaksi secara spontan, kabur atau melawan. Bahan kimia tersebut tinggal di dalam tubuh berjam-jam lamanya, padahal setiap kali kejadian yang mengesalkan berikutnya hormon-hormon tersebut terus diproduksi, sehingga terjadilah penumpukan hormon stres. Penumpukan itu membuat amigdala menjadi detonator yang sangat peka, yang siap membajak akal sehat menjadi naik pitam atau panik hanya karena provokasi hal-hal yang gampang (Goleman, 1999)

Salah satu dampak dari horman stres terlihat pada aliran darah, ketika denyut jantung meningkat. Darah yang seharusnya mengalir deras justru terhalang masuk ke pusat-pusat kognitif otak. Kartisol mencuri energi dari bagian memori kerja otak dan mengalihkannya ke perasaan. Ketika kadar kartisol sedang meninggi, orang lebih mudah berbuat salah, sulit berkonsentrasi, dan tidak mampu mengingat dengan baik (Wolkowitz dkk dalam Goleman, 1999)


Di otak, peredam ledakan amigdala terletak di ujung lain sirkuit penting nekorteks, yaitu lobus-lobus prefrontral tepat di balik dahi. Korteks prefrontal bekerja saat seseorang merasa takut atau marah, tetapi berfungsi menghambat atau mengendalikan perasaan agar dapat menangani situasi yang dihadapi dengan lebih efektif. Wilayah prefrontral mengatur reaksi emosional sejak awal, ia berperan sebagai neuron-neuron inhibitor (penghambat) yang dapat memveto pesan-pesan impulsif dari pusat-pusat emosi, terutama amigdala, pada saat emosi dan godaan nyaris tak terkendali. Sebagai sumber impuls emosi, amigdala sangat berperan dalam pengalihan perhatian, sedangkan lobus perifrontral adalah tempat dihimpunnya memori kerja, termasuk kemampuan memusatkan perhatian kepada sesuatu yang sedang dipikirkan (Goleman, 1995, 1999).

Joseph LeDoux, seorang ahli saraf di Centre for Neural Science di New York University, melalui pemetaan otak yang sedang bekerja menemukan peran penting dari amigdala. Amigdala adalah sekelompok sel berbentuk seperti kacang almond yang bertumpu di batang otak, dan berfungsi memproses hal-hal yang berkaitan dengan emosi. Dengan perkataan lain, amigdala adalah gudang emosi. Rasa sedih, marah, nafsu, kasih sayang, dan sebagainya bergantung pada amigdala ini. Bila amigdala hilang dari tubuh kita, maka kita tidak akan mampu menangkap makna emosi dari suatu peristiwa. Seperti, aspek perasaan menghilang dari diri kita.

Peran amigdala bisa menjelaskan mengapa emosi bisa mengalahkan rasio. Hal ini terjadi, karena amigdala mampu mengambil alih kendali tindakan, sewaktu otak masih menyusun keputusan. Kemungkinan 'pembajakan' emosi ini lebih besar terjadi pada orang yang memiliki kecerdasan emosi rendah. Gudang Emosi. Kita semua memiliki amigdala, gudang emosi, yang terberi sejak lahir. Hingga tahap tertentu, tiap individu memiliki rentang kisaran emosinya masing-masing, yang sebagian sudah ditentukan oleh warisan genetik.

Masing-masing individu memiliki semacam suasana hati yang menjadi ciri khas dari kehidupan emosionalnya. Bahkan sejak lahir pun seorang bayi sudah menunjukkan perbedaan, misalnya apakah ia cenderung tenang-tenteram, atau sulit diatur.Tapi, jaringan otak yang terlibat dengan emosi ini bersifat plastis, amat mudah dibentuk-bentuk sesuai dengan rangsangan-rangsangan yang didapat. Apa yang kita alami dan pelajari dalam kehidupan sehari-harilah yang lebih menentukan bagaimana kita akan bertingkah laku, termasuk pola tanggapan emosi.

Semua pengalaman emosi di masa kanak-kanak dan remaja membentuk sirkuit penentu kecerdasan emosi kita. Tanggapan, belaian, maupun bentakan yang menyakitkan dan sebagainya, semua masuk ke gudang emosi. Seperti otot yang menyusut dan mengembang bergantung pada latihan yang diterima, demikian juga dengan sirkuit emosi kita. Dengan kata lain, temperamen bisa dijinakkan dengan pengalaman-pengalaman yang tepat. Orang tua setahap demi setahap dapat merekayasa pengalaman-pengalaman yang membesarkan hari anak, dan memungkinkan koreksi atas temperamen anak.


Sumber lainnya : Apa Kabar Dunia

IKHLAS

Inilah kata yang mudah sekali diucapkan -saya rela kok, saya ikhlas kok- tetapi sangat susah diaplikasikan dalam perbuatan sehari-hari. Karena ikhlas adalah amalan hati. Karena ikhlas tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Kita hanya dapat melihat dari tanda-tandanya. Itupun tidak pasti. Inilah (mungkin) sebagian makna dari keikhlasan:


• Ketika kebaikan yang kita lakukan ternyata tidak mendapat pujian dari orang lain, disitulah makna keikhlasan



• Ketika kebaikan yang kita lakukan ternyata tidak diekspos oleh media massa/elektronik, disitulah makna keikhlasan

• Ketika kebaikan yang kita lakukan ternyata mendapat tanggapan yang negatif oleh orang lain, disitulah makna keikhlasan

• Ketika kebaikan yang kita lakukan ternyata tidak dicatat oleh sejarah, disitulah makna keikhlasan

• Ketika kebaikan yang kita lakukan ternyata merugikan diri kita sendiri secara lahiriah, disitulah makna keikhlasan dan seterusnya.

Ada ataupun tidak ada orang lain kita tetap melakukan kebaikan, dicatat ataupun tidak dicatat oleh sejarah kita tetap melakukan kebaikan, diekspos ataupun tidak oleh media massa/elektronik kita tetap melakukan kebaikan, Ada ataupun tidak ada orang lain kita tetap melakukan kebaikan, mendapat pujian ataupun tidak kita tetap melakukan kebaikan, mendapat tanggapan positif ataupun negatif kita tetap melakukan kebaikan dan seterusnya.


Allah berfirman: “Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk,
Iblis berkata: “Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan”.
Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,
sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya”.
Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya,
kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis (ikhlas) di antara mereka. (QS:Shaad:78-83)


Sudahkah kita IKHLAS ? simak penjelasannya

Jumat, 16 Januari 2015

Apakah SABAR itu ?

Sabar itu muncul dari memaklumi, bukan dipaksakan menyabarkan diri.
Orang sabar akan sabar ketika kesabarannya di uji oleh orang yang tidak sabar.


01. Sabar itu bermakna luas, contohnya adalah pengendalian nafsu, mewaspadai dengan ketelitian tinggi, tenang tapi akurat, beraksi dengan tepat.


02. Pengendalian Nafsu seperti mampu mengendalikan :Marah, Benci, Sedih, Iri hati, Dendam, Ego, Sombong berbungkus Bangga, dan sebagainya.

03. Mewaspadai dengan ketelitian tinggi adalah mampu melihat segala sesuatu tanpa penilaian untung rugi. Semua dilihat secara objektif.

04. Tenang tapi akurat adalah ketika kita melihat sesuatu berproses secara menyeluruh dan akan mengambil tindakan yang tepat dan sesuai.

05. Bereaksi dengan tepat artinya mampu mengantisipasi keadaan dengan perlakuan sesuai kebutuhan karena mengetahui masalah dengan jelas.

06. Makna Sabar yang lainnya adalah mampu berpikir secara mendalam dengan tenang dan cepat sehingga menghasilkan karya nyata hebat bagi umat.

07. Sabar juga berhubungan dengan kecermatan, ketelitian, pengamatan menyeluruh, pengorbanan fisik-mental-biaya, kuat menerima perlakuan buruk.

08. Sabar jangan diartikan secara sempit yaitu "menahan amarah" saja, karena sabar itu bukan "menahan", melainkan "mengendalikan".



SABAR

Apakah Sabar itu....?
Sabar bukanlah menahan emosi ..
Sabar bukanlah berdiam diri ..
Sabar bukanlah karena ketidakberdayaan ..
Sabar bukanlah karena ketidakadaan pilihan ...

Sabar tidak mengenal sakit hati.
Sabar tidak mengenal pamrih.
Sabar tidak mengenal kesedihan.
Sabar tidak mengenal kemarahan.
Sabar tidak mengenal kejengkelan.

Sabar adalah aksi.
Sabar adalah penelitian.
Sabar adalah pemahaman.
Sabar adalah pemakluman.
Sabar adalah kesadaran.
Sabar adalah kewajaran

Sabar tidak mengenal batas.
Sabar adalah zero mind (pikiran tanpa penilaian).
Sabar adalah syukur.
Sabar adalah Ikhlas.

Sabar adalah aksi....
untuk mengenal dan meneliti
karena.....
Penelitian akan melahirkan pemahaman.
Pemahaman akan melahirkan pemakluman
Pemakluman akan melahirkan kesadaran.
kesadaran akan melahirkan kewajaran.
Kewajaran adalah melihat segala sesuatu apa adanya.

[KDZA]

EGO & AKAL

Mengerti Agama berarti mengerti Sesama. Perhatikanlah ketika memperlakukan sesamanya. Apabila masih buruk, berarti belum paham.

Agama adalah untuk perdamaian. Tidak ada satupun ajaran Agama untuk permusuhan. Memusuhi sesama itu ajaran "kepentingan" bukan ajaran Agama.

Surat dan ayat disalahgunakan untuk menanamkan kebencian pada pihak lain, itu adalah ajaran "kepentingan", bukan ajaran Agama.

Agama mengajarkan kesabaran, toleransi, memaklumi, kalau ada tokohnya mudah marah, benci, itu "tokoh kepentingan" bukan "tokoh Agama".

Masuk Akal adalah sesuatu yang bersifat subjektif, karena tak masuk akal menurut seseorang belum tentu tak masuk akal menurut orang lain.
Sering kata "masuk akal" sekarang menjadi sangat subjektif karena masalah "selera". Seseorang tidak suka pendapat orang yang dia tidak suka.

Yang berat itu bukan meyakinkan AKAL seseorang, tetapi bagaimana meyakinkan EGO seseorang. Bisa masuk akal setelah ego nya ditembus.

Kemajuan AKAL seseorang akan menjadi terhambat ketika EGO yang dikedepankan. Hal ini sering terjadi di masyarakat terpelajar kita.

Berdebat adalah satu cara di dalam pemuasan EGO. Karena yang dicari adalah KEMENANGAN, bukan ILMU dan AKAL, apalagi AMAL.

Kunci agar AKAL bisa muncul secara objektif adalah dengan "menurunkan EGO dan MEMAKLUMI orang lain". Dan itu adalah SABAR.

Terbukti orang yang mengutamakan EGO tidak produktif meskipun mengaku ilmuwan. Karya kata lebih diutamakan daripada karya nyata.

Introspeksi memang lebih sulit daripada sakit hati. Introspeksi adalah bagian dari AKAL, sedangkan sakit hati adalah bagian dari EGO.

AKAL yang baik mampu mengendalikan NAFS yg sebetulnya akar dari EGO. Jangan sampai NAFS mengendalikan AKAL.

Kata-kata hebat belum tentu mencerminkan perbuatan hebat. Perbuatan hebat belum tentu dicerminkan kata-kata hebat.

@dickyzainal

Kamis, 15 Januari 2015

Berdo'a atau Memaksa ?

Do'a yang baik adalah memohon bukan mengatur dan memaksa. Tanpa sadar sering kali do'a & permohonan kita pada Sang Pencipta tersembunyi paksaan bahkan mengatur.


Tandanya atau bukti bahwa kita mengatur Sang Maha Mengetahui adalah "rasa kecewa" ketika do'a itu tidak dikabulkan. Kecewa ketika semua yang diharapkan itu tidak terjadi padahal sudah berbagai macam ritual dijalankan seperti puasa, wirid banyak-banyak sampai bibir menjadi pecah belah, tahajud diperhebat juga membacakan ayat-ayat tertentu sampai ribuan kali dan sebagainya.

Kemudian biasanya muncul perkataan "ya sudahlah, manusia berusaha tapi Tuhan yang menentukan". Apakah kalimat ini benar-benar muncul dari kepasrahan total kepada ALLAH SWT ? ataukah semacam kata-kata mutiara untuk menutupi kekecewaan ?

Wajah tidak akan bisa dibohongi. Mereka yang benar yakin bahwa ALLAH SWT selalu memberikan yang terbaik, akan selalu memiliki wajah yang fresh, bersinar dan selalu segar karena Qolbunya menerima dengan total, juga tidak ada perasaan untung dan rugi kepada ALLAH SWT, juga disebabkan iman yang sangat kokoh hidup menjadi tidak ada beban.

Kita juga akan berusaha agar wajah menjadi menyejukan siapapun yg melihat, senyum dan sikap ramah pada orang lain adalah bagian dari ibadah.


W H I S N U

Apa itu WISHNU ?


WISHNU itu singkatan dari WASKITA, IRAADA, SATYA, HAMBAALA, NAARITHA & UMADITHA


WASKITA adalah sebuah prinsip dimana kita mewaspadai nafsu-nafsu yang ada di dalam diri kita. Bagaimana nafsu tersebut secara cerdas membuat semua hal yang buruk tentang diri kita menjadi indah dan terlihat baik, dalam artian kita selalu membuat pembenaran-pembenaran terhadap kesalahan yang kita buat. WASKITA ini berlaku ke dalam diri kita dan juga keluar diri kita. Kewaspadaan ini adalah kewaspadaan universal. WASKITA (kewaspadaan) akan membuat nafsu menjadi alat untuk kemajuan, bukan nafsu menjadi alat untuk mencari kesenangan dimana kita selalu ingin mencari enaknya sendiri. Sering tanpa memikirkan akibatnya bagi orang lain. WASKITA ini hanya bisa dicapai apabila kita benar-benar berfikir dengan tanpa beban untung dan rugi serta tanpa melibatkan enak atau tidak enak ketika melakukan sesuatu. WASKITA mengajarkan kita hanya memberi, tak harap kembali.

WASKITA, disimbolkan dengan tangan kanan menempel di dada, tangan kiri menempel di perut dengan tubuh tegak.

IRAADA yaitu kembali kepada Sang Maha Pencipta. Segala sesuatu tidak pernah kita miliki secara pribadi. Semua yang datang dari Sang Pencipta akan kembali lagi kepada Sang Pencipta (Innalillahi wainnailahirojiun). Semua yang dimiliki oleh manusia hanyalah ujian.Tidak ada kepentingan lain, kecuali kita bekerja untuk Sang Maha Pencipta. Karena kita diciptakan adalah untuk mengabdi kepada Sang Maha Pencipta. IRAADA disimbolkan dengan RUKU

SATYA artinya konsisten pada satu jalan, yaitu jalan Sang Maha Pencipta. Posisi SATYA disimbolkan tangan di samping badan berdiri tegak (I’ITIDAL). Posisi tersebut dimaksudkan agar kita benar-benar tidak melenceng dari jalan Sang Maha Pencipta dan kita tidak akan berpindah kepada ajaran yang menyesatkan.

HAMBAALA adalah penyerahan total kepada Sang Maha Pencipta tanpa syarat, dengan posisi SUJUD tetapi tangan lurus ke depan. Itu adalah simbol kepasrahan yang sangat total. Tidak ada lagi ketakutan, tidak ada lagi kekhawatiran, tidak ada lagi tawar-menawar didalam memasrahkan diri kepada Sang Maha Pencipta.

NAARITHA adalah satu sikap dimana kita akan dihadapkan pada suatu keadaan bersimpuh di hadapan Sang Maha Pencipta dengan posisi seperti duduk di antara dua sujud (IFTIROSY). Itu adalah simbol dimana kita akan dimintai pertanggungjawaban kepada Sang Maha Kuasa dan kita akan dihadapkan kepada pengadilan yang seadil-adilnya. Tidak ada hakim yang Maha Adil selain Sang Maha Pencipta.

UMADITHA adalah sikap menerima dari semua keputusan Sang Maha Pencipta tanpa protes. Jadi, semua keputusan akhir, apapun yang kita lakukan, terkembali lagi kepada Sang Pencipta, baik di dunia maupun di akhirat (TAWARRUK).


Ajaran WISHNU adalah ajaran leluhur dan disempurnakan oleh Nabi Muhammad SAW yang sekarang disebut SHOLAT. 

Semoga bermanfaat dan semoga kita bisa mendirikan sholat bukan hanya menjalankan sholat atau sekedar ritual.



Apa itu KHAMAR ?

Al Baqarah ayat 219 :

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَآ أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا وَيَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ كَذَلِكَ يُبيِّنُ اللّهُ لَكُمُ الآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfa'at bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa'atnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: " Yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir,

Khamar dikenal kebanyakan orang adalah minuman keras, psikotropika atau pun narkoba. sebenarnya makna dari khamar itu sangat dalam untuk dikaji, dan kenapa ayat itu disandingkan antara Khamar dan judi.
Secara bahasa Khamar arti segala sesuatu yang memabukan, karena pengertiannya sesuatu berarti bukan hanya yang kita kenal saja. itulah yang akan coba penulis lebih dalami lagi.

Untuk lebih jelasnya kita harus memahami definisi mabuk itu sendiri, mabuk adalah hal-hal yang merusak otak dan fungsi kesadaran manusia.
Mabuk biasanya pada hal hal yang menyenangkan.
Seperti dibahas pada bahasan sebelumnya bahwa di otak ada hormon atau senyawa kimia yang membuat kita merasa senang yaitu DOPAMIN. Dopamin adalah salah satu sel kimia dalam otak sejenis neurotransmiter yaitu zat yang menyampaikan pesan dari satu syaraf ke syaraf yang lain, yang merupakan perantara bagi biosintesis hormon adrenalin dan noradrenalin.

Opamine dan Neuropinephrine hormon yang perasaan tenang dan nyaman. Hormon Neuropinephrine adalah hormon pemicu semangat, memicu aliran darah mengalir lebih cepat sehingga kita merasa lebih energic dan happy. Kandungan dopamin juga mengakibatkan adanya "perasaan ketagihan", bentuk yang sama dirasakan pemadat atau pengguna obat-obatan terlarang ketika sakau atau ketagihan.
Love ‘as addictive as cocaine` begitu komentar para neuroscientist yang memang bisa dibuktikan oleh mekanisme molekuler. Diatas telah disebutkan bahwa saat jatuh cinta merupakan ulah dopamin. Begitu pula mekanisme kecanduan yang diberitakan oleh Eric J. Nestler dalam Jurnal Nature Neuroscience oktober 2005.

Beberapa jenis obat dan senyawa yang menyebabkan adiksi diantaranya ialah amfetamin, kokain, opiat, alkohol dan nikotin. Senyawa seperti kokain misalnya, dapat menyebabkan beberapa ribu kali peningkatan kadar dopamin dalam otak. Hal ini akan menyebabkan kecanduan dan perasaan ingin mendapatkan `pengalaman rasa` yang sama.

Gangguan pada ketersediaan dopamin maupun jumlah reseptor dopamin akan dapat menyebabkan abnormalitas perilaku dan aktifitas gerak amygdala, hippocampus, hipotalamus, dan beberapa wilayah di korteks frontal.

Beberapa area ini adalah bagian penting dari sistem penyimpanan memori di otak. Hal ini menghantarkan kepada pemahaman bahwa aspek-aspek penting dalam mekanisme adiksi sangat terkait dengan memori.

INTI PERTAMA, yang bisa kita ambil adalah bahwa sebenarnya bahwa efek yang membuat kecanduan dan ketagihan adalah perasaan senang dan perasaan ini adalah ulah dari hormon dopamine, sedangkan kesenangan itu sendiri memiliki makna sesuatu yang kita ingat ingat, sesuatu yang ingin kita ulang, sesuatu yang ingin dinikmati, sebuah kesenangan itu akan terekam di memori kita dan cendrung di ulang, rekaman emosi atau perasaan senang itu terekam di Amigdala, bila sering dan terus terusan dilakukan kesenangan itu maka hormon dopamine terus keluar dan semakin tidak terkendali dan cendrung tidak bisa mengendalikan diri, contohnya :
Jika anda menginginkan sebuah permen yang pernah anda rasakan sebelumnya, reward yang ditimbulkan ketika anda ingin merasakan nikmatnya pengalaman mengunyah permen tersebut juga adalah peran dopamin. Ketika manusia lapar dan melihat makanan, sel-sel dopamin akan teraktivasi. Kalau anda memakan makanan yang sangat lezat dan pada waktu yang lain anda melihatnya kembali, sel-sel dopamin anda akan teraktivasi hingga mengumpul dan menjenuh.

INTI KEDUA, sesuatu yang menyenangkan itu, bisa berupa akatifitas kita, makanan, minuman dan prilaku atau perbuatan kita. banyak orang tidak bisa menghindar dari makanan yang enak enak walaupun sudah tahu makanan itu berbahaya bagi kita, karena yang dicari adalah kesenangannya atau yang enak-enaknya bukan baik atau tidaknya, begitupun aktifitas kita seperti internetan, facebook, yang terlepas dari kita malah banyak diantara kita perceraian gara gara hal ini. Begitu pun juga perilaku kita dalam hal ini dosa dosa yang kita lakukan, karena sudah merasakan enaknya dan itu terekam di memori kita cendrung di ulang, apalagi perilaku itu dalam jangka waktu lama, maka perlu perjuangan untuk bisa berubah.

INTI KETIGA
Kadar dopamin meningkat berlebihan, perilaku kegilaan atau Schizophrenia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antar pribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra).

Abnormalitas pada schizophrenia terjadi dalam bentuk rantai panjang serta komplek yang dimulai dengan perubahan pirosin menjadi dopa, dopa menjadi dopamin, dan dopamin menjadi noradrenalin. Masing-masing mata rantai ini terjalin menggunakan enzim yang spesifik. Ketika adanya gangguan saat proses konversi kritis ini berlangsung, maka memungkinkan terbentuknya ketidakseimbangan kadar dopamine sehingga menimbulkan gangguan perilaku dan mental.

Makanya tidak heran kalau ada orang di mabuk cinta dan seks hilang kesadarannya bisa meninggal kan anak istrinya, bahkan ada kasus ayah yang memperkosa anaknya. Perceriaan karena gara keasyikan internetan dan facebook. Orang gemuk yang tidak bisa mengendalikan keinginan makan. Dosa yang susah ditinggalkan dan prilaku lainnya.

INTI YANG KEEMPAT
Otak adalah amanah yang perlu dijaga, karena dengan mengenal dan memahami otak, maka sisi kemanusian, fungsi rasionalitas dan kesadaran kita akan terjaga. dan tugas kita mengendalikan semua kesenangan kita agar tidak berlebihan dan masuk kategori memabukan. Juga dijaga dari makanan, minuman serta zat-zat berbahaya yang merusak otak.